Selamat Jalan Pak Taufiq Kiemas.. 4 Pilar Akan Saya Jaga…

Image

 

Tanggal 8 Juni 2013 kemarin, kita semua (saya tepatnya) dikejutkan dengan berita meninggalnya Bapak Taufiq Kiemas (TK), Ketua MPR 2009-2014, Politisi kawakan dari PDI-P.. Ga banyak yang tahu, bagaimana sebenarnya alm. TK itu… (termasuk saya).. gaya berpolitiknya (yang lagi2) menurut saya aneh dan ga lazim ..

Bagaimana tidak.. saya ingat betul ketika beliau “mengejek” pak SBY waktu masih menjabat   menkopolkam, dengan mengatakan ” jenderal kok kenanak-kanakan, ngadu ke media”.. praktis.. saat itu publik merasa simpati ke SBY kerena memang kecenderungannya bangsa kita mudah kasihan dan iba sama sosok yang dirasa didholimin dan suka atau tidak, hal itu yang mebuat suara SBY-JK melesat dan terpilih menjadi presiden, padahal pemenang pemilu saat itu adalah Partai Golkar, dan urutan kedua adalah PDI-P.. yang jelas sejak saat itu, hubungan antara SBY dan ibu Mega bagaikan minyak dan air..

setelah SBY menjadi presiden pun, pak TK berkomentar yang kurang lebih intinya, yang membuat SBY jadi presiden ya sebenernya PDI-P.. wah.. lagi2x publik dihebohkan dengan komentar beliau yang satu itu..

ga cukup sampai disitu, masih banyak hal yang membuat orang awam dari tindakan yang diambil oleh politisi senior PDI-P ini.. bahkan saya pribadi beranggapan bahwa pak TK ini seorang politisi yang licin..

hal lainnya adalah.. tindakan yang mengesankan PDIP berubah haluan menjadi tidak oposisi (kasarannya.. menjilat ludah, haus kekuasaan dll) dengan (kesan) menggadang2xkan Puan Maharani untuk menjadi bagian dari koalisi.. (terutama saat mendekati resuffle kabinet) .. terlepas dari tidak bergabungnya PDIP menjadi koalisi entah baik karena ditolak Ibu Megawati sebagai Ketum PDI-P atau karena hal lain..

belum lagi ketika peluncuran buku, beliau secara khusus menghadap ke SBY untuk memberikan buku tersebut..kemudian, ketika Bung Karno mendapatkan gelar pahlawan nasional yang bahkan oleh beberapa kader PDIP (yang sempat sekilas saya baca dikoran_ mengatakan ” sudah terlambat dan menurunkan derajat ( dengan memberikan gelar pahlawan nasional kepada bung karno)” .. toh, pemberian gelar itu menjadi momentum “cair” nya hubungan antara SBY-Mega..

namun, sebenarnya… jika kita mengenal sosok pak TK terutama dari pemikirannya mengenai 4 Pilar berbangsa dan bernegara.. seyogyanya kita semua dapat memahami, bahwa apa yang dilakukan oleh pak TK sebenarnya bagian dari penerapan 4 pilar tersebut. menurut beliau (dan saya setuju banget).. dalam konteks hubungan SBY dan Mega, TK sebagai politisi senior sadar betul, “permusuhan” Megawati dan SBY jika dibiarkan, dapat merusak sendi-sendiri kehidupan berbangsa dan bernegara secara keseluruhan. 

Dalam konteks hubungan bermasyarakat, Jika dalam agama islam, Solat itu tiang agama.. maka.. 4 pilar itu tiangnya berbangsa dan bernegara..

jika menerapkan 4 pilar tersebut dalam kehidupan berbangsa dan bernegara..Pancasila (dengan butir-butirnya) sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai dasar konstitusi negara, NKRI  sebagai bentuk negara yang final (tidak ada separatisme) dan diikat oleh konsep Bhineka Tunggal Ika (sehingga semua perbedaan justru menjadi pemersatu bangsa) saya yakin, negara Indonesia akan maju dengan sumber daya manusia yang mumpuni.

saya pribadi merasa prihatin dengan mulai lunturnya nilai2x kebhineka tunggal ikaan, nilai2x pancasila serta pelaksanaan UUD 45 dalam kehidupan bermasyarakat.. kemudian ditambah munculnya rencanya2x pemisahan diri dari NKRI.. padahal.. NKRI itu harga mati.. Negara Kesatuan Republik Indonesia..

kembali ke pancasila, lunturnya nilai pancasila  terlihat dari banyaknya orang yang mementingkan kepentingan golongannya daripada kepentingan umum.., tidak imbang antara hak dan kewajiban (misal orang ingin gaji tinggi, tp kewajibannya sebagai pegawai tidak dilakukan dengan baik).. Kemudian, masih ada masyarakat yang promordial, bertindak atas kesukuan.. (kasarnya.. menghina atau menilai seseorang dari suku – Pernah suka denger kalimat :”dasar china..” atau.. “emang kalo orang batak kasar2x” atau.. ” jangan temenan sama orang itu.. agamanya lain..” .. saya sendiri pernah mengalami waktu kuliah di Bandung.. seorang senior berkomentar : ” ngapain sih orang jawa banyak banget yang masuk ke sini.. inikan tanah sunda?” atau.. ketika seorang teman datang dari flores karena secara fisik terlihat “lain” dipanggil lah kawan itu untuk maju kedepan.. dan sepert yang diduga.. semua tertawa mendengar logat dari kawan itu.. ; atau.. ketika ada seorang yang menuliskan fam atau marga (biasanya batak, minang, manado, maluku, papua) dianggapnya rasialisme dan chauvinisme.. —– well hello.. marga dibelakang itu hal yang biasa.. sama aja kayak kita kalau meletakkan nama ayah dibelakang nama.. , kenapa kalao orang bule yang menulis nama ayah dibelakang ga dipermasalahkan?—  tapi bukan itu, intinya.. yang jadi perhatian saya adalah… masih banyak di Indonesia ini yang melupakan konsep Bhineka Tunggal Ika..

kemudian.. banyak orang yang lupa.. dalam penerapan UUD 45.. contoh, penduduk waduk pluit yang mau digusur.., demo buruh.. , demo penolakan karena jagoannya kalah pilkada atau orang yang merokok di tempat umum… semuanya atas nama Hak dasar yang harus dipenuhi.., atau Hak berserikat dan mengeluarkan pendapat.. seakan-akan “memperbolehkan” bertindak seperti itu.. padahal mereka lupa.. dalam PEMBUKAAN UUD 45, dengan jelas mengatakan “menjaga ketertiban umum” .. artinya.. kita dalam menerapkan UUD 45 sebagai dasar konstitusi.. haru lihat pembukaannya dulu kan?

dari beberapa contoh yang cuman seuprit diatas.. terlihat kan? kalau bangsa kita banyak yang meninggalkan atau tidak menjaga 4 pilar berbangsa dan bernegara yang sudah susah susah dipikirkan dan dilahirkan oleh pendahulu-pendahulu kita (founding father).. 

penerapan pancasila yang kurang tepat dan kurang “senyum/luwes” pada zama orde baru tidak dapat dipungkiri membuat banyak orang trauma dengan hal2 tb diatas.. dianggapnya terlalu politis.. dan ga berguna.. padahal.. jika kita melihat konsep yang dicetuskan oleh Alm. TK.. ternyata 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernergara masih relevan dan perlu dilaksanakan sehingga dapat menopang dan mendukung NKRI menjadi negara maju dan beradab ditengah2x kemajemukan yang ada, baik suku, agama , ras dan antar golongan.

terima kasih Bapak Taufiq Kiemas yang telah menelurkan pemikiran luar biasa, dan mensosialisasikan kepada masyarakat Indonesia.. Maafkan karena sebelum saya mengetahui dan memahami konsep 4 pilar berbangsa dan bernegara saya sempat salah duga terhadap Bapak.. Insya Allah warisan bapak akan selalu saya jaga minimal dengan mengajarkan nilai2x dalam 4 pilar tersebut sejalan dengan nilai2x agama kepada Anak-anak saya, dan lingkungan terdekat saya.

xoxoxo

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s